Jangan Kecewakan Pelanggan Anda

Kenapa kita harus menjaga "kepuasan" dari pelanggan kita? Karena jika mereka kecewa, maka itu akan menjadi sebuah virus yang menyebar dan akan membuat buruk reputasi dan nama usaha kita.

Jadilah Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Warisan Bangsa Indonesia yang Terlupakan!!!

ob main tebak – tebakan yuk… Saya yang ngasih pertanyaan ya… Ayo kita mulai… Ayo tebak kira – kira siapa saja motivator dunia yang quote nya paling sering dikutip? Entah itu oleh motivator lokal kita kaya mario teguh, andrie wongso bahkan marshanda atau bahkan oleh kita sendiri.

WebQual, Metode untuk Menilai Kualitas Website. Bagaimana bentuknya?

Okeeee… Kita lanjutin pembahasan tentang Web Quality Dimension yuk hari ini. Nah, di hari ini saya ingin menerangkan tentang WebQual.. Wah makanan apaan itu?

Apa Makna Ukhuwah Bagimu Kawan?

Apakah arti kebersamaan dan persaudaraan bagimu kawan? Seperti apakah makna ukhuwah yang kau yakini? Adakah rasa yang tertancap di hati antara kita sama atau justru berbeda?

26 April 2013

Urgensi Paradigma Bagi Gerakan



Mahasiswa sebagai kaum pelajar di tingkat perguruan tinggi yang yang berintelektual akademisi muda yang merupakan aset bangsa yang paling berharga. Mereka beraktifitas dalam sebuah universitas yang merupakan simbol keilmuan. Kampus sebagai tempat belajar Mahasiswa, sampai saat ini masih dianggap sebagai benteng moral bangsa yang masih obyektif dan ilmiah. Mahasiswa sebagai agen perubahahan (Agen of Change) seringkali menjadi pemicu dan pemacu perubahan-perubahan dalam masyarakat. Perubahan-perubahan yang diinisiasi oleh mahasiswa terjadi dalam bentuk teoritis maupun praktis.

Mahasiswa dengan segala potensi dan kelebihan kesempatan yang telah dimilikinya memiliki banyak peran strategis untuk dikembangkan. Idealisme mahasiswa yang dibangun dengan dasar intelektualitas, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat menuntut mahasiswa untuk bisa memberikan yang terbaik. Hal ini juga menjadi suatu modal penting untuk menunjang pergerakan mahasiswa.

Setiap gerakan pasti memiliki landasan untuk bergerak, namun terkadang lupa atau tidak mampu mendefinisikan keberadaan gerakan tersebut melalui paradigma atau cara pandang yang tepat sehingga mudah dipahami dan diterima oleh sistem sosial yang ada. Pada akhirnya pergerakan yang hebat itu mengalami ketidakjelasan arah dan berhenti total karena ideologi dan paradigmanya tidak berlaku lagi bagi manusia.

Di dunia ini, terdapat banyak pergerakan revolusioner yang telah mencapai suatu tahapan yang sangat tinggi dalam usahanya untuk menguasai dunia seperti Nazi ataupun fasisme. Namun dalam pergerakan mereka di dunia ternyata banyak pertentangan yang mereka hadapi karena banyak individu yang menentang ideologi yang mereka bawa. Mereka bersikap layaknya penguasa dunia dan berbuat seenaknya. Mereka merasa bahwa kaum mereka lebih tinggi derajatnya daripada bangsa yang lain sehingga dengan idologi tersebut mereka berhak menjajah dan menindas bangsa yang lain. Kesalahan mereka bukan semata karena ideologi yang mereka bawa tidak sesuai dengan masyarakat, tetapi juga karena paradigma yang mereka bawa memandang segala sesuatunya melalui kacamata keserakahan dan memaksakan ideologi mereka melalui paradigm penjajahan terhadap bangsa yang lain.

Islam berbeda dengan apa yang mereka lakukan. Paradigma pergerakan dalam Islam seperti yang dijelaskan dalam buku Api Sejarah bukanlah untuk menjajah atau menguasai suatu tatanan masyarakat dengan kekerasan. Islam datang dengan kasih sayang dan kelembutan. Islam bertujuan untuk memperbaiki akhlak masyarakat, menumpas kebathilan, menegakkan keadilan, dan menumpaskan seluruh kemungkaran di atas bumi ini. Oleh karena itulah Islam merupakan ideologi yang bersifat universal dan dapat diterima oleh umat manusia. Islam lahir dengan kesemurnaannya sehingga sudah wajar jika Islam menjadi satu – satunya ideologi yang digunakan di dunia ini.

Oleh karena itu paradigma sangatlah penting bagi sebuah gerakan karena menjadi sebuah landasan dalam bersikap, bergerak, dan menjadi cara pandang dalam menghadapi segala tantangan yang ada dalam perjalan gerakan tersebut menuju cita-cita yang diperjuangkannya. Paradigma gerakan menjadi jalur bagi gerakan menuju cita-cita yang akan mereka capai.

10 April 2013

Al-Quran : Bacaan yang Mencapai Puncak Kesempurnaan



Disadur dari buku Lentera Hati, M. Quraish Shihab.


Al-Qur’an secara harfiah berarti “bacaan yang mencampai puncak kesempurnaan”. Al-Qur’an Al-Karim berarti “bacaan yang Mahasempurna dan Mahamulia”. Kemahamuliaan dan kemahasempurnaan “bacaan” ini agaknya tidak hanya dapat dipahami oleh para pakar, tetapi juga oleh semua orang yang menggunkan ‘sedikit’ pikiran.

Tidak ada satu bacaan pun sejak peradaban tulis-baca dikenal limaribu tahun yang lalu, yang dibaca baik oleh orang yang mengerti artinya maupun tidak kecuali “bacaan yang mahasempurna dan mulia ini”. Bahkan, anehnya, juara membacanya adalah mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Al-Qur’an. Bukankah juara-juara MTQ tingkat internasional sering kali diraih oleh putra-putri bangsa kita?

Tidak ada satu bacaan pun, selain Al-Qu’an, yang dipelajari dan di ketahui sejarahnya bukan sekedar secara umum, tetapi ayat demi ayat, baik dari segi tahun, bulan masa dan musim turunnya malam atau siang, dalam perjalanan atau di tempat berdomisili penerimanya (Nabi saw.), bahkan “sebab-sebab serta saat-saat turunnya”.

Tidak ada satu bacaan pun, selain Al-Qur’an yang dipelajari redaksinya, bukan hanya dari segipenerapan kata demi kata dalam susunannya serta pemilihan kata tersebut, tetapi mencakup arti kandungannya yang tersurat dan terdirat sampai pada kesan-kesan yang ditimbulkannya dan yang dikenal dalam bidang studi Al-Qur’an dengan tafsir isyari.

Tidak ada satu bacaan pun, selain Al-Qur’an, yang dipelajari, dibaca, dan dipelihara aneka macam bacaannya- yang jumlahnya lebih dari sepuluh – serta ditetapkan kara-cara membacanya – mana yang harus dipanjangkan atau dipendekkan, dipertebal ucapannya atau diperhalus, di mana tempat-tempat berhenti yang boleh, yang dianjurkan atau di larang, bahkan sampai pada lagu dan irama yang diperkenankan dan yang tidak. Bahkan, lebih jauh lagi, sampai pada sikap dan etika membaca pun mempunyai aturan-aturan tersendiri.

Tidak ada satu bacaan pun, selain AlQur’an, yang di atur dan di pelajari tata-cara penulisannya, baik dari segi persesuaian dan perbedaan dengan penulisan masa kini, sampai pada mencari rahasia perbedaan penulisan kata-kata yang sama seperti penulisan kata “bismi” yang pada wahyu pertama ditulis dengan mengunakan huruf alif setelah ba’. Sedangkan pada ucapan bismillah ditulis tanpa alif dan kemudian ditemukan pertimbangan-pertimbangan yang sangat mengagumkan dari perbedaan-perbedaan tersebut.

Pernahkah Anda mengetahui satu bacaan yang sifatnya seperti ini? Kalau tidak, wajarlah bila Kalam Ilahi yang disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad saw.ini dinamainya Al-Qur’an, bacaan yang mencapai puncak kesempurnaan.

02 April 2013

Mengapa Harus Ada Kaderisasi dalam Organisasi?


Mungkin banyak yang heran sekaligus masih bertanya – tanya kenapa harus ada kaderisasi dalam setiap organisasi. Baik itu di organisasi – organisasi di kampus ataupun organisasi kemasyarakatan pasti memiliki satu bagian yang mengurus kaderisasi. Apa sebegitu pentingnya kaderisasi untuk organisasi?? Mari kita telaah secara bersama – sama.

Sebelum lanjut ada sebuah cerita yang mungkin bisa memberikan sedikit gambaran tentang kaderisasi, sok dinikmati ya..