26 April 2013

Urgensi Paradigma Bagi Gerakan



Mahasiswa sebagai kaum pelajar di tingkat perguruan tinggi yang yang berintelektual akademisi muda yang merupakan aset bangsa yang paling berharga. Mereka beraktifitas dalam sebuah universitas yang merupakan simbol keilmuan. Kampus sebagai tempat belajar Mahasiswa, sampai saat ini masih dianggap sebagai benteng moral bangsa yang masih obyektif dan ilmiah. Mahasiswa sebagai agen perubahahan (Agen of Change) seringkali menjadi pemicu dan pemacu perubahan-perubahan dalam masyarakat. Perubahan-perubahan yang diinisiasi oleh mahasiswa terjadi dalam bentuk teoritis maupun praktis.

Mahasiswa dengan segala potensi dan kelebihan kesempatan yang telah dimilikinya memiliki banyak peran strategis untuk dikembangkan. Idealisme mahasiswa yang dibangun dengan dasar intelektualitas, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat menuntut mahasiswa untuk bisa memberikan yang terbaik. Hal ini juga menjadi suatu modal penting untuk menunjang pergerakan mahasiswa.

Setiap gerakan pasti memiliki landasan untuk bergerak, namun terkadang lupa atau tidak mampu mendefinisikan keberadaan gerakan tersebut melalui paradigma atau cara pandang yang tepat sehingga mudah dipahami dan diterima oleh sistem sosial yang ada. Pada akhirnya pergerakan yang hebat itu mengalami ketidakjelasan arah dan berhenti total karena ideologi dan paradigmanya tidak berlaku lagi bagi manusia.

Di dunia ini, terdapat banyak pergerakan revolusioner yang telah mencapai suatu tahapan yang sangat tinggi dalam usahanya untuk menguasai dunia seperti Nazi ataupun fasisme. Namun dalam pergerakan mereka di dunia ternyata banyak pertentangan yang mereka hadapi karena banyak individu yang menentang ideologi yang mereka bawa. Mereka bersikap layaknya penguasa dunia dan berbuat seenaknya. Mereka merasa bahwa kaum mereka lebih tinggi derajatnya daripada bangsa yang lain sehingga dengan idologi tersebut mereka berhak menjajah dan menindas bangsa yang lain. Kesalahan mereka bukan semata karena ideologi yang mereka bawa tidak sesuai dengan masyarakat, tetapi juga karena paradigma yang mereka bawa memandang segala sesuatunya melalui kacamata keserakahan dan memaksakan ideologi mereka melalui paradigm penjajahan terhadap bangsa yang lain.

Islam berbeda dengan apa yang mereka lakukan. Paradigma pergerakan dalam Islam seperti yang dijelaskan dalam buku Api Sejarah bukanlah untuk menjajah atau menguasai suatu tatanan masyarakat dengan kekerasan. Islam datang dengan kasih sayang dan kelembutan. Islam bertujuan untuk memperbaiki akhlak masyarakat, menumpas kebathilan, menegakkan keadilan, dan menumpaskan seluruh kemungkaran di atas bumi ini. Oleh karena itulah Islam merupakan ideologi yang bersifat universal dan dapat diterima oleh umat manusia. Islam lahir dengan kesemurnaannya sehingga sudah wajar jika Islam menjadi satu – satunya ideologi yang digunakan di dunia ini.

Oleh karena itu paradigma sangatlah penting bagi sebuah gerakan karena menjadi sebuah landasan dalam bersikap, bergerak, dan menjadi cara pandang dalam menghadapi segala tantangan yang ada dalam perjalan gerakan tersebut menuju cita-cita yang diperjuangkannya. Paradigma gerakan menjadi jalur bagi gerakan menuju cita-cita yang akan mereka capai.

0 comments:

Post a Comment