Jangan Kecewakan Pelanggan Anda

Kenapa kita harus menjaga "kepuasan" dari pelanggan kita? Karena jika mereka kecewa, maka itu akan menjadi sebuah virus yang menyebar dan akan membuat buruk reputasi dan nama usaha kita.

Jadilah Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Warisan Bangsa Indonesia yang Terlupakan!!!

ob main tebak – tebakan yuk… Saya yang ngasih pertanyaan ya… Ayo kita mulai… Ayo tebak kira – kira siapa saja motivator dunia yang quote nya paling sering dikutip? Entah itu oleh motivator lokal kita kaya mario teguh, andrie wongso bahkan marshanda atau bahkan oleh kita sendiri.

WebQual, Metode untuk Menilai Kualitas Website. Bagaimana bentuknya?

Okeeee… Kita lanjutin pembahasan tentang Web Quality Dimension yuk hari ini. Nah, di hari ini saya ingin menerangkan tentang WebQual.. Wah makanan apaan itu?

Apa Makna Ukhuwah Bagimu Kawan?

Apakah arti kebersamaan dan persaudaraan bagimu kawan? Seperti apakah makna ukhuwah yang kau yakini? Adakah rasa yang tertancap di hati antara kita sama atau justru berbeda?

28 August 2013

Pemuda dan Kualitas Diri

Salah stau hal yang membuat peran kaum muda menjadi begitu sentral dan penting adalah karena keberadaan para pemuda ini memberikan sinyal yang membangkitkan semangat perubahan. Jiwa pemuda yang masih “segar” dan “baru” membuat para pemuda memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan mereka yang sudah lebih senior.

Kaum muda cenderung lebih berani dalam mengambil keputusan, tanpa takut dan gentar dalam menghadapi resiko yang akan mereka hadapi walaupun terkadang pengambilan keputusan ini dilakukan dengan agak gegabah. Hal ini disebabkan oleh jiwa mereka yang bergejolak dan menyala – nyala.

Selain semangat perubahan dan jiwa pemberontak, kaum muda memiliki keunggulan dalam segi fisik. Kaum muda memiliki fisik yang lebih segar, otot yang kuat dan semangat serta kecerdasannya sangat bisa diandalkan. Gejolak jiwa muda inilah yang sering kali membawa pergolakan peradaban.

Akan tetapi, untuk menjadi sosok pemuda yang mampu merubah peradaban bukanlah perkara yang mudah. Mereka adalah pemuda – pemduda yang memiliki kualitas diri yang bisa diandalkan. Kita ambil contoh seorang Napoleon Bonaparte, tentu ia tidak akan bisa diangkat menjadi seorang panglima perang jika tidak memiliki teknik memimpin pasukan dan pertempuran yang brillian. Begitu juga dengan Aleksander Agung, walaupun ia anak dari seorang raja, akan tetapi jika tanpa kemampuan memimpin yang mumpuni, mustahil ia akan bisa menjadi salah satu raja terbesar dalam sejarah romawi, bahkan namanya lebih harum dari nama ayahnya.

Begitulah, seorang pemuda tidak mungkin bermetamorfosis menjadi seorang tokoh besar yang mampu melakukan perubaha jika tidak memiliki kualitas individu yang mumpuni. Tidak akan bisa nama seorang pemuda yang “biasa – biasa saja” tertulis dengan tinta emas dalam lembaran sejarah. Kualitas pemuda ini terdiri dari berbagai macam aspek seperti intelektual, kepemimpinan hingga finansial.

Dari sekian banyak modal untuk mencapai kesuksesan para pemuda, salah satu yang cukup penting bagi pemuda untuk berdaya saing justru terletak dalam karakter pribadinya. Apabila seorang pemuda memiliki bekal intelektual dan materi yang cukup namun tidak memiliki mental yang kuat untuk berhasil, maka sia – sialah kelebihan yang dimilikinya tersebut. Oleh karena itu dibutuhkanlah karakter pemuda yang kuat agar ia bisa menjadi sosok yang sanggup mengubah sejarah dan peradaban menjadi lebih baik.

Bagaimana? Apa anda setuju? Atau anda memiliki pendapat lain?

08 August 2013

Apa itu Paradigma?



Paradigma dalam bahasa Inggris disebut paradigm dan dalam bahasa Perancis disebut paradigme, istilah tersebut berasal dari bahasa Latin, yakni para dan deigma. Secara etimologis, para berarti (di samping, di sebelah) dan deigma berarti (memperlihatkan, yang berarti, model, contoh, arketipe, ideal). Sedangkan deigma dalam bentuk kata kerja deiknynai berarti menunjukkan atau mempertunjukkan sesuatu. Berdasarkan uraian tersebut, secara epistemologis paradigma berarti di sisi model, di samping pola atau di sisi contoh.

Paradigma juga bisa berarti, sesuatu yang menampakkan pola, model atau contoh (Lorens Bagus, 2005: 779). Lorens Bagus (2005: 779) dalam Kamus Filsafat memaparkan beberapa pengertian tentang paradigma secara lebih sistematis. Paradigma dalam beberapa pengertian adalah sebagai berikut: 1) Cara memandang sesuatu, 2) Dalam ilmu pengetahuan artinya menjadi model, pola, ideal. Dari model-model ini fenomenon yang dipandang dijelaskan, 3) Totalitas premis-premis teoritis dan metodologis yang menentukan atau mendefinisikan suatu studi ilmiah konkret. Dan ini melekat di dalam praktek ilmiah pada tahap tertentu, 4) Dasar untuk menyeleksi problem-problem dan pola untuk memecahkan problem-problem riset.

Pada intinya paradigma adalah ibarat kacamata untuk melihat sebuah masalah dari sudut pandang tertentu dan menjadi dasar atau alasan bagi seseorang untuk bersikap, dia mempengaruhi cara kita melihat segala sesuatu dalam hidup kita layaknya sumber dari pedoman untuk menempatkan diri.