12 November 2013

Apa Makna Ukhuwah Bagimu Kawan?


Apakah arti kebersamaan dan persaudaraan bagimu kawan? Seperti apakah makna ukhuwah yang kau yakini? Adakah rasa yang tertancap di hati antara kita sama atau justru berbeda?

Adakah ukhuwwah terasa manis terasa, sehingga membuat hari – hari kita berwarna, ataukah ukhuwah itu terasa hambar dan tak berasa hingga ada dan tidak adanya mereka tidak berarti apa – apa bagi diri kita? Atau jangan – jangan justru ukhuwah itu terasa pahit? Hingga kedatangan saudara kita justru menyakitkan hati, menyesakkan dada dan membuat hati menjadi gundah gulana. Bagaimana kawan?

Manusia memang makhluk yang tak lepas khilaf dan salah. Tapi tak ada salahnya kita juga berbenah hati, apakah rasa keakuan dan selfcentris kita terlalu dominan hingga terkadang melahirkan keangkuhan dan keakuan?

Ingatlah dahulu bertahun – tahun lamanya ilmu filsafat mencatat bahwa alasan untuk kita berinteraksi dan menjalin hubungan dengan orang lain hanyalah demi kepentingan pribadi atau hanyalah sekedar penyeimbang untuk menjaga egoisme. Darwin kemudian datang dan semakin mempertegas individualitas ini. Bahkan apa yang disampaikan oleh Darwin semakin tajam dimana ia menganggap hubungan sejati adalah persaingan total. Persaingan memperebutkan siapa yang terkuat. Persaingan untuk saling mengalahkan dan menjatuhkan. Apakah serendah itukah hubungan antar manusia? Seego itukah manusia? Semuanya sungguh adalah ‘kebenaran’ yang terasa menyesakkan dan menyakitkan.

Lalu seiring berkembangnya penelitian akhirnya sebutir embun menetes untuk menyegarkan hati kita. Ialah Joseph Henrich, seorang antropolog dari University of Michigan dan koleganya Robert Boyd dari University of California in Los Angeles. Mereka menyimpulkan hal yang menarik. Mereka mengatakan bahwa upaya kerjasama bukan lahir dari hasil kedirian, kemungkinan ini adalah buah dari upaya turun – temurun menjamin kelangsungan dan lestarinya jenis makhluk yang bernama manusia. Bukanlah secara pribadi, melainkan berjamaah.

Henrich dan Boyd menambahkan bahwa manusia dibekali oleh dua kecenderungan dalam meniru. Yang pertama adalah kecenderungan untuk meniru dan menjadi sama dengan kelompok mayoritas. Yang kedua adalah kecenderungan untuk meniru dan menjadi smaa dengan pribadi – pribadi berprestasi. Kedua peniruan ini membuat seluruh manusia setahap demi setahap menuju keberhasilan yang positif. Mereka juga memberikan catatan pada penelitiannya, bahwa kemampuan pribadi – pribadi untuk memberi pemaknaan pada hidupnya, akan pula menguatkan pemaknaan mereka terhadap hubungan yang pada akhirnya membuat kerja sama menjadi suatu kekuatan yang cantik, manis dan agung.

Lalu kembali lagi, bagaimanakah pemaknaan kita terhadap ukhuwwah?

0 comments:

Post a Comment