Jangan Kecewakan Pelanggan Anda

Kenapa kita harus menjaga "kepuasan" dari pelanggan kita? Karena jika mereka kecewa, maka itu akan menjadi sebuah virus yang menyebar dan akan membuat buruk reputasi dan nama usaha kita.

Jadilah Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Warisan Bangsa Indonesia yang Terlupakan!!!

ob main tebak – tebakan yuk… Saya yang ngasih pertanyaan ya… Ayo kita mulai… Ayo tebak kira – kira siapa saja motivator dunia yang quote nya paling sering dikutip? Entah itu oleh motivator lokal kita kaya mario teguh, andrie wongso bahkan marshanda atau bahkan oleh kita sendiri.

WebQual, Metode untuk Menilai Kualitas Website. Bagaimana bentuknya?

Okeeee… Kita lanjutin pembahasan tentang Web Quality Dimension yuk hari ini. Nah, di hari ini saya ingin menerangkan tentang WebQual.. Wah makanan apaan itu?

Apa Makna Ukhuwah Bagimu Kawan?

Apakah arti kebersamaan dan persaudaraan bagimu kawan? Seperti apakah makna ukhuwah yang kau yakini? Adakah rasa yang tertancap di hati antara kita sama atau justru berbeda?

26 December 2013

Jadilah Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.

Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”
Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu. Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.

Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!” Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”

Si buta tertegun..Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.” Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.” Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?” Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.” Senyap sejenak. secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?” Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!). Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjliliuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat. Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi. Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.

23 December 2013

Ini nih cara BBMan di Windows Gan!!

Kayaknya sekarang pasti udah jarang banget yang gag tau apa itu BBM. Penjelasan sedikit ya, BBM itu kepanjangan dari Blackberry Messenger, awalnya aplikasi ini merupakan aplikasi bawaan di smartphone Blackberry yang digunain buat chatting. Nah, sekarang ini BBM tidak hanya dapat dinikmati di Blackberry doang, tapi juga dapat kita gunakan di android atau iPhone.Kereeeenn kan. Akibatnya, BBM mulai semakin booming. Tapi, ternyata BBM juga dapat kita nikmatin di windows lho.. Penasaran caranyaaaa??? Cekidottt...

1. Pastikan kalian memiliki PC/Laptop yang OSnya Windows 7. udah tau OS kan?? OS itu Operating System/Sistem Operasi (Sekedar menginggatkan). pastikan juga ada koneksi internetnya dan yang paling penting 1 account google.
2. Next Step install Blue Stack App Player. download disini > bluestacks.com/app-player.html (proses install agak lama, sabar dikit sambil ngopi)
3. Setelah install kemudian jalankan Blue Stack, tampilannya nanti akan seperti tablet android.


4. Selanjutnya pada kolom atas ketik BBM, nanti akan muncul apkikasi BBM kemudian klik, kalau ada tab setting yang muncul klik Continue/next sampai muncul perintah untuk memasukan email.


 5. Kemudian masukkan email google kalian dan klik masuk


6. Kalau sudah klik selesai dan kemudian klik lets go


7. Kalian akan di arahkan ke App Store Android, klik install/pasang lalu tunggu proses download BBM selesai.


 8. Jeng jeng jeng jeeeng... BBM siap digunakan. Bagi yang sudah punya Blackberry ID tinggal login aja.. Selamat mencoba Cara BBM-an di Windows dan selamat menikmati.

18 December 2013

Sabar itu Kayak Makan Durian


Sabaarr…
Banyak yang bilang kalau kata ini kaya mata pisau yang punya dua sisi. Kenapa? Karena di satu sisi ia sangat mudah kita ucapkan terutama saat orang lain sedang mengalami kesulitan, tapi di lain waktu saat kita yang sedang mengalami kesulitan atau mendapat musibah kebanyakan dari kita suliiiitt banget buat menerapkan sabaar itu ya. Sabar itu buat saya ibarat durian, kalau dimulut rasanya manis, tapi kalau kita terkena sendiri rasanya sakit karena durinya itu loh.
Contohnya begini, ada seorang dokter yang setiap hari kerja di rumah sakit. Nah, hampir setiap hari dia menyaksikan pasien – pasiennya ada saja yang menghembuskan nafas terakhir. Entah itu karena kanker, penyakit jantung, stroke atau karena tumor. Kalau situasinya sudah begini, maka tugas dialah yang menenangkan keluarga pasien yang telah wafat. Menenangkan anak – anak yang kehilangan ayah mereka atau menenangkan sang istri yang tak siap untuk menjadi janda. Ya, ini memang tugasnya sebagai  dokter.
Tapi suatu hari, ternyata istrinya mengidap tumor otak. Parahnya lagi, tumor tersebut ternyata sudah besar dan sangat sulit untuk diangkat bahkan lewat operasi sekalipun. Akhirnya setelah beberapa waktu istrinya wafat karena tumor tersebut sudah tak bisa dibendung lagi. Kira – kira apa yang dialami sang dokter?
Ia depresi, berhari – hari ia mengurung dirinya di dalam kamar. Berhari – hari ia hanya makan mie instan #miripsayadikosan. Berhari – hari ia tidak masuk kerja. Berhari – hari ia abaikan indahnya dunia. Kenapa? Karena ia tidak siap menerima realita dan takdir tuhan. Ia tidak siap kehilangan sesuatu yang sangat dicintainya. Ia tidak siap kehilangan belahan hati yang selama ini menemaninya.
Ya, kata – kata “sabar” yang dulu selalu ia berikan kepada pasien – pasiennya ternyata tak berefek pada dirinya sendiri. Ketika ia mengalami sendiri, realita ternyata lebih sulit untuk diterima da ternyata sabar itu lebih sulit dilaksanakan dan tak semudah ketika mengucapkannya.
Gimana sob? Pernah mengalami situasi seperti ini? Mungkin gag persis sih, cuma mirip – mirip lah. Contohnya saat gagal ujian, ada mata kuliah yang harus mengulang, skripsi yang belum jadi – jadi, bisnis yang gagal, atau diputusin pacar? Hehe.. masikah bisa sabar?
Jadi ingat kata – kata seorang ustadz, sabar itu hanya dimiliki oleh orang – orang yang terlatih. Ibarat karate, sabar itu bakal dimiliki kalau kita udah mencapai sabuk biru ke atasnya. Jadi kalau kita masih sabuk putih atau kuning pasti sulit buat menjalankannya. Sabar itu gag bicara soal kita kuat atau gag, kita pintar atau gag, tapi soal kemampuan menerima realita dan melakukan tindakan yang seharusnya kita lakukan. Jadi mari kita mulai berlatih dari saat ini. Berlatih buat jadi orang – orang yang bisa sabar, jadi orang yang selalu bersyukur dan menerima realita yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT.  

16 December 2013

Warisan Bangsa Indonesia yang Terlupakan!!!

                Sob main tebak – tebakan yuk… Saya yang ngasih pertanyaan ya…  Ayo kita mulai… Ayo tebak kira – kira siapa saja motivator dunia yang quote nya paling sering dikutip? Entah itu oleh motivator lokal kita kaya mario teguh, andrie wongso bahkan marshanda atau bahkan oleh kita sendiri. Hmmmm. Saya yakin jawabannya gaga jauh – jauh dari Nelson Mandela, Anthonny Robbins, Mahatma Gandhi, Dale Carnegie, Napoleon Hill, Malcomm C Galdwell, Maxwell, atau Brian Tracy. Bener gag?
                Emang sih kalau kita share quote dengan adanya embel – embel nama mereka di belakangnya, maka akan terlihat lebih keren. Entah itu kita share di twitter, facebook atau blog. Seakan – akan quotw tadi kalau udah ada nama mereka semakin bertambah kuat sekuat superman kali ya.. atau ternyata berefek buat menambah kegantengan atau kecantikan kita yang udah ng-share Hehehe.. Tapi emang kok, ini realitanya. Buktinya para motivator kita juga sering pake banget buat ngutip quote- quote dari para motivator dunia ini. Baik yang udah senior atau yang masih amatiran.
                Tapi sadar gag sob, ada yang telah hilang dan kita lupakan? Sebuah warisan bangsa Indonesia! Bahkan banyak yang tidak sadar akan hal ini. Apa itu? Penasaran? Ayo kita tanya sama mbah darmo.. eeehh… Jawabaaaaaannnnnya aadaaalaaaaahhhh….. eng ing eng #kayakuisditipitipihehehe Jawabannya adalah kita lupa bahwa nenek moyang kita telah meninggalkan warisan pepatah dan peribahasa yang tidak kalah dahsyaaatt!!! Ini nih contoh kearifan lokal negeri kita tercinta. Masih ingatkan sob, waktu kita diajarkan peribahasa saat sekolah dulu? Atau jangan – jangan udah pada lupa -_____-. Ini nih contohnya:
                “Berjalan pelihara kaki, bicara pelihara lidah”, artinya itu jangan suka sembarangan atai sembrono
                “Semut di seberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tak tampak”, artinya jangan suka mencari – cari kesalahan orang lain padahal kesadaran diri sendiri yang besar lupa
                “Sekali lancung ke ujian, seumur orang tak percaya”, artinya jangan suka menyia – nyiakan amanah dan jagalah kepercayaan orang lain.
                “Tak ada gunung yang tak dapat di daki, tak ada lurah yang tak dapat dituruni”, artinya taka ada cita – cita yang tidak dapat dicapai.
                Gimana sob? Keren – keren kan. Malah lebih dahsyat pepatah dan peribahasa kita karena semuanya bermajas, seperti hiperbola, ironi atau personifikasi, jadi lebih jleb! masuk  ke hati. Selain itu kan nilai – nilai yang terkandung di dalamnya mencerminkan budaya bangsa kita. Semoga aja setelah saya nulis tulisan ini dan ente semua sob yang udah baca tulisan ini kita gag akan pernah lupa lagi sama warisan luar biasa dari nenek moyang kita yang tercinta ini ;)

07 December 2013

Ngidam Buku Programming Absurd


Entah kenapa sejak mengenal dunia komputer pertama kali, khususnya dunia programming saya belum pernah menemukan satu bukupun tentang programming yang tidak membosankan. Mulai dari buku Algoritma dan Pemograman Dasar, MySQL, HTML5, Data Mining, PHP hingga HTML semuanya terkesan garing dan membosankan, bener gag? Terutama buat mahasiswa informatika nih,, ooiiii mana suaranya? Hehe… Ini curhatan tentang kaliaann lohhh…
Mulai dari bahasa yang kaku dan supeerr duperr monoton ditambah lagi dengan kodingan yang membuat mata saya terkadang lebih memilih melihat semut yang lagi berantem dibanding kodingan yang bikin mata sakit kaya ditusuk bambu runcing yang digunakan pasukan Panglima Sudirman dulu.  Hehe gag nyambung ya… Ya tapi memang realitanya begitu sob, susaaahh banget nyari buku yang bisa buat kita betah lama – lama baca dan belajar kodingan, pengennya ada buku yang buat saya kaya baca novelnya Dee atau Tere Liye sehingga betah berjam – jam ngebacanya, bahkan sampai lupa makan dan diam – diam ternyata negara api akhirnya menyerang #eehh.
Kadang saya malah berfikir, ini memang sudah takdirnya anak – anak informatika untuk pasrah dan menerima keadaan ini. Mungkin ini salah satu ujian kesabaran dan pembuktian seberapa serius kita untuk menuntut ilmu. Semakin kita kuat untuk tahan belajar dan membacanya, semakin kita tahan untuk tidak tertidur di halaman awal buku tersebut atau semakin kita tahan melihat bahasa kodingan yang bahkan belum ada kamusnya ini (coba aja cari di gramedia, pasti gag ada kamus bahasa PHP, HTML atau C pasti gag akan ketemu. Percaya deh!), maka akan semakin diakui sebagai dewa kodingan lah kita :D.
Hal ini juga kadang yang menyebabkan kami (anak informatika) lebih senang nyari tutorial di internet dibanding di buku. Selain karena lebih enak karena bisa sambil facebookan atan twitteran, internet jauh lebih praktis dan efisien, tinggal googling langsung dapet deh, malah kalau beruntung udah langsung jadi tuh programnya.. Ya .. tinggal pake jurus pamungkas, Ctrl+C lalu Ctrl+V taraaaaaa… langsung jadi dah tuh program, senaaanngnya bukan main… lanjut lagi facebookan dan twitterannya #eh…
Alasan lainnya, karena kita memang gag pernah baca buku tentang kodingan itu, sehingga gag tau isi buku itu apa, ada gag permasalahan yang kita cari di buku itu, kira – kira kalau nyari bakal ketemu atau gag dan gag tahu juga ada di halaman mana. Nah semua ini jadi pertimbangan yang akhirnya membuat buku – buku kodingan tadi tergeletak tak berdaya di rak buku dan masih suci dari sentuhan sang pemiliknya dan sangat sempurna menjadi salah satu hiasan kamar.
Mungkin hal ini dapat menjadi pertimbangan para dosen, master dan professor serta para penulis buku kodingan untuk kembali insyaf dari membuat tutorial atau buku yang membuat kodingan yang sulit semakin sulit dipahami oleh mahasiswa dan pembacanya. Bahkan kadang muncul ide, kenapa gag saya aja yang buat buku kodingan yang “sedikit kreatif” hehe, kali aja laku kan sob, setidaknya udah berani tampil beda, ya gag? Kalau inget kata – katanya Yoris di bukunya Creative Junkies, “We need to be creative”- Kita harus menjadi pribadi yang kreatif- karena kreatifitaslah yang akan membuat kinerja otak kita menjadi maksimal. Ya gag? :D

Ide saya sih, gag usah ribet-ribet sampai harus buat gambar yang banyaaakk disetiap halamannya nanti malah jadi komik hehe, tapi cukup gunain permainan bahasa yang lebih “friendly” bagi pembaca, sedikit hiasan dan kreatifitas di halaman – halaman, serta kalau bisa ada sedikit animasi. Insya Allah ini akan sedikit membuat belajar programming menjadi lebih menyenangkan :D. Kalau butuh referensi buku yang gag ngebosenin tapi “berisi” coba cek buku “Kreatif Sampai Mati” karya Wahyu Aditya, atau “Creative Junkies” karya Yoris Sebastian, “Kitab Anti Bangkrut” karya Jaya YEA, atau buku – buku karya Ippho santosa. Semoga dunia informatika Indonesia semakin cerah di masa depan, dan tidak hanya menghasilkan para autis – autis yang betah di depan laptop tapi juga para pemikir kreatif untuk bangsa dan negara ini. Likeeee (y)..

05 December 2013

Cerita Satu Malam di Bogor

Huaaahhh...
Akhirnya.. Walaupun sekarang lagi di tengah - tengah kesibukan kuliah dan organisasi yang seabrek banyaknya, ada juga kesempatan buat jalan - jalan keluar dari sumpeknya keramaian Bandung... Kira - kira ada yang tahu ke mana saya pergi?
Eng ing eng jawabannya adalaaaahhh... #sambilnirusuarapenyiarkuisditipiituloh
Bogooooorrr... Yap saya ada kesempatan buat jalan - jalan di kota bogor walaupun cuma semalem.. hehehe soalnya siang esok harinya ada assessment boy, ya kaya ujian gitu di kampus makanya gag bisa lama - lama di Bogor.

Di Bogor ini sebenarnya gag direncanain, eh direncanain ding #ababilkeluar  tapi bukan buat jalan - jalan. Saya ke bogor karena mengantar salah satu saudara (saudara seiman bukan sekandung) buat ikutan DM 2 di Bogor, ya semacam pelatihan kepemimpinan gitu, maklum aktivis #eeaaaaa :D
Berangkat dari Leuwipanjang sekitaran jam 7 malam di bawah guyuran hujan kota Bandung kemudian sampai di Bogor sekitar jam 10an malam. Ya, sekitaran tiga jam di jalan. Wuihh ini kali pertama kaki gemuk saya menancapkan kegagahannya di kota hujan ini hehe.. Dulu sempat sih ke Bogor, cuma sampai tepiannya doang tapi gag nyampe ke pusat kotanya :D. Kita diturunin di depan terminal Baranangsiang, dalam hati saya bergumam, mana ya terminalnya, kok gag kelihatan? Ohhh ternyata terminal ini memang sepi kalau malam hari, jadi kehadirannya seakan gag ada, mirip kaya kuroko di film Kuroko no Basuke itu ya,, #eeehh :D
Nah, disini saya baru menemukan "hal yang baru" lagi.. :D apa saja itu?
Pertama, saya baru tahu ada tempat makan yang modelnya itu makanan diletakin semua di depan warung dan kita bebas memilihnya. Saya gag tau ini tempat makan model apa namanya karena di Bandung saya gag nemuin tempat makan yang kaya gini, apalagi di Pekanbaru hehe... Jadi dari penjualnya kita cuma dikasih nasi dan bebas milih makanan apa saja. Ada ikan, ayam, dan baaaannyaaaakkkk... Hampir sama kaya warteg sih modelnya, cuma ya yang bikin "beda" itu tata cara penyajiannya. Setelah nyari - nyari di google akhirnya nemun juga gambarnya nih..

Kedua, saya baru nyadar ternyata julukan kota 1001 angkot itu bener hahaha... Sebelumnya saya gag percaya - percaya amat dengan julukan lelucon ini, tapi setelah melihat dengan mata kepala sendiri saya baru sadar ternyata mereka semuaaa bener.. ckckck sebanyak - banyaknya angkot di Bandung ternyata Bogor masih mampu menang jauh...

Ketiga, walaupun angkotnya banyak, tapi kota Bogor masih lebih bersih dibanding dengan kota Bandung.. Kalau kota Bandung, walaupun di sebut kota Bambang eh Kembang.. Tapi yang sekarang mengembang bukan bunga - bunga tapi sampaaaaahhh... Semoga pak Emil bisa segera merealisasikan idenya untuk membuat Bandung lebih tertata kebersihannya...

Okee mungkin itu dulu catatan singkat saya sesuai dengan perjalanan saya yang emang singkat bangeeett :D semoga suatu saat ada rejeki lagi dan bisa jalan  - jalan menelurusi eksotisme kota Bogor...

Sayonara Bogoorr.. #lambai- lambaikan tissue yang basah oleh air mata hehehe

03 December 2013

Hujaan.. Ya.. Hujaannn

Sore ini di salah satu sudut kota kembang, Bandung. Duduk sembari ditemani rintik – rintik hujan yang di bulan – bulan ini mulai rutin mengguyur kota perjuanganku ini. Semakin lama rintik – rintik hujan semakin deras turun, bergerombol menerkam apa saja yang ada di bawahnya. Keroyokan tak kenal ampun. Di luar sana orang – orang mulai berlari, tak hendak basah oleh hujan yang semakin deras. Mengamankan dirinya masing – masing. Ruko – ruko dan warung tenda di tepi jalan seketika berubah menjadi tempat berteduh yang paling nyaman. Mulai dari para gelandangan hingga para eksekutif pengendara motor yang apes tidak membawa jas hujan. Ya .. inilah fenomena yang acap kali berulang terjadi saat hujan mulai turun mengguyur bumi.
                Hujan…
                Ya… Selalu ibarat dua mata uang yang tak pernah benar dan tak pernah salah. Di satu sisi banyak yang mengumpat dan memaki turunnya hujan. Hujan membuat mereka terlambat datang ke kantor, ke sekolah, bertemu klien atau sekedar makan siang hingga telat menjemput tambatan hati. Namun di sisi lain, hujan menjadi hal yang paling ditunggu – tunggu oleh anak – anak pengojek payung, para penjual di warung – warung tenda di pinggir jalan atau para petani di kaki gunung sana.
                Hujaaann..
                Kadang ia membuat hati yang sedang kalut bertambah kalut. Membuat hati yang terluka menjadi semakin menganga. Membuat jiwa – jiwa galau semakin dalam masuk dalam relung kesedihannya. Namun terkadang ia membuat teduh jiwa – jiwa yang sedang sepi, menjadi sumber inspirasi otak – otak yang sedang putus asa dan kadang mengembangkan senyum pada wajah – wajah sendu.
                Ya hujan…

                Begitu malang nasibmu… Kadang kau dipuja.. Kadang kau di caci… Kadang kau dinanti.. namun kadang kedatanganmu dimaki… Namun satu yang pasti.. Kau selalu setia, menemani perjalanan hidup ini.. Entah kau dicaci atau kau dipuji…