16 December 2013

Warisan Bangsa Indonesia yang Terlupakan!!!

                Sob main tebak – tebakan yuk… Saya yang ngasih pertanyaan ya…  Ayo kita mulai… Ayo tebak kira – kira siapa saja motivator dunia yang quote nya paling sering dikutip? Entah itu oleh motivator lokal kita kaya mario teguh, andrie wongso bahkan marshanda atau bahkan oleh kita sendiri. Hmmmm. Saya yakin jawabannya gaga jauh – jauh dari Nelson Mandela, Anthonny Robbins, Mahatma Gandhi, Dale Carnegie, Napoleon Hill, Malcomm C Galdwell, Maxwell, atau Brian Tracy. Bener gag?
                Emang sih kalau kita share quote dengan adanya embel – embel nama mereka di belakangnya, maka akan terlihat lebih keren. Entah itu kita share di twitter, facebook atau blog. Seakan – akan quotw tadi kalau udah ada nama mereka semakin bertambah kuat sekuat superman kali ya.. atau ternyata berefek buat menambah kegantengan atau kecantikan kita yang udah ng-share Hehehe.. Tapi emang kok, ini realitanya. Buktinya para motivator kita juga sering pake banget buat ngutip quote- quote dari para motivator dunia ini. Baik yang udah senior atau yang masih amatiran.
                Tapi sadar gag sob, ada yang telah hilang dan kita lupakan? Sebuah warisan bangsa Indonesia! Bahkan banyak yang tidak sadar akan hal ini. Apa itu? Penasaran? Ayo kita tanya sama mbah darmo.. eeehh… Jawabaaaaaannnnnya aadaaalaaaaahhhh….. eng ing eng #kayakuisditipitipihehehe Jawabannya adalah kita lupa bahwa nenek moyang kita telah meninggalkan warisan pepatah dan peribahasa yang tidak kalah dahsyaaatt!!! Ini nih contoh kearifan lokal negeri kita tercinta. Masih ingatkan sob, waktu kita diajarkan peribahasa saat sekolah dulu? Atau jangan – jangan udah pada lupa -_____-. Ini nih contohnya:
                “Berjalan pelihara kaki, bicara pelihara lidah”, artinya itu jangan suka sembarangan atai sembrono
                “Semut di seberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tak tampak”, artinya jangan suka mencari – cari kesalahan orang lain padahal kesadaran diri sendiri yang besar lupa
                “Sekali lancung ke ujian, seumur orang tak percaya”, artinya jangan suka menyia – nyiakan amanah dan jagalah kepercayaan orang lain.
                “Tak ada gunung yang tak dapat di daki, tak ada lurah yang tak dapat dituruni”, artinya taka ada cita – cita yang tidak dapat dicapai.
                Gimana sob? Keren – keren kan. Malah lebih dahsyat pepatah dan peribahasa kita karena semuanya bermajas, seperti hiperbola, ironi atau personifikasi, jadi lebih jleb! masuk  ke hati. Selain itu kan nilai – nilai yang terkandung di dalamnya mencerminkan budaya bangsa kita. Semoga aja setelah saya nulis tulisan ini dan ente semua sob yang udah baca tulisan ini kita gag akan pernah lupa lagi sama warisan luar biasa dari nenek moyang kita yang tercinta ini ;)

0 comments:

Post a Comment